5 Jenis Kawat Coil Vape Yang Paling Banyak Digunakan

Author : admin Category :vape December 1, 2017

Jenis Kawat Coil Vape – Vaporizer atau yang lebih akrab disebut vapor atau vape bekerja dengan cara mengubah cairan ejuice/ liquid menjadi uap. Vaporizer tersebut menggunakan media kawat sebagai penghantar panas yang dihasilkan dari aliran listrik. Kawat coil ini selain berfungsi untuk menguapkan liquid juga menentukan rasa maupun cloud production. Vapers bisa memilih build coil yang akan digunakan mulai dari diameter, jumlah lilitan sampai jenis kawat coil itu sendiri.

Coil vape dengan lilitan renggang akan menghasilkan flavour yang tebel tapi cloud yang lebih tipis. Sebaliknya coil rapat akan menghasilkan cloud yang tebal tapi flavour lebih tipis. Dari bentuknya sendiri, ada beberapa varian dari yang standar coil, fused clapton, alien, twice dll. Untuk harga kawat coil ini sendiri umumya dibanderol Rp 10 ribu/ meter. Sedangkan untuk kawat yang sudah di build menjadi fused clapton harganya cukup bervariasi dari Rp 15 ribu/ pasang sampai Rp 100 ribu/pasang.

Jenis Kawat Coil Vape

Jenis Kawat Coil Vape

Sampai saat ini ada 5 jenis kawat coil vape yang beredar. Diantarnaya Kawat Kanthal, Stainless Stell (SS), Nichrome, Titanium (Ti) dan Nikel (Ni). Namun dari kelima kawat tersebut yang banyak digunakan khususnya di Indonesia adalah Kanthal, Nicrhome dan SS. Berikut spesifikasi selengkapnya.

Jenis Kawat Coil Vape Yang Paling Banyak Digunakan

1. Kanthal

Cukup banyak yang mengugnakna jenis coil vapor yang satu ini. Sebab kanthal memiliki daya tahan paling bagus yakni bisa digunakan pada suhu 1400 derajatcelcius. Namun kekurangan kanthal adalah warm up nya cukup lama terutama jika sudah dingin. Selain itu ketika panas, juga butuh waktu lama untuk dingin. Kawat ini terbuat dari besi, alumunium fentik dan kromium.

  • Melting Temperatur: 1500 °C
  • Temperatur maximum: 1500 °C

2. Nichrome

Jenis kawat vape yang satu ini terbuat dari bahan nikel dan kromium. Nichome biasa digunakan pada pengering rambut dan mesin pemanggang. Sedangkan pada vaporizer, kawat nichomre memberikan flavour yang cukup tebal.

  • Melting Temperatur: 1350 °C
  • Temperatur Maximum: 1150 °C

Baca juga: Macam Baterai Untuk Vapor Yang Aman

3. Steanless Steel (SS)

Kelebihan kawat SS ini memiliki resistansi yang berubah ketika dipanaskan. Oleh karena itu kawat SS sering digunakan pada mod electrical dengan mode pre heat.

4. Titanium

Titanium akan menghasilkan zat beracun bernama Titanium Dioxide ketika dipanaskan pada suhu 600°C. Zat tersebut  bisa memicu penyakit kanker. Namun kawat titanium sendiri sebenarnya tidak pernah digunakan sebagai bahan utama koil tapi dicampur dengan bahan bahan lain sehingga cukup aman digunakan. Kawat titanium juga sering digunakan untuk mode temperatur.

5. Nikel

Jenis kawat coil vape terakhir yang sering digunakan adalah jenis nikel. Kawat nikel hanya disarankan untuk digunakan dengan temperatur control mode. Hal ini untuk menghindari panas berlebihan dari kawat tersebut. Sebab ketika dipanaskan diatas 400 °C juga menghasilkan zat beracun. Kelebihan dari kawat nikel adalah waktu yang dibutuhkan untuk panas ataupun dingin lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.