Hati-hati, Manicure Bisa Merusak Kuku Dan Kulit!

Author : admin Category :wanita September 2, 2015

Manicure adalah perawatan kuku yang membuat banyak wanita merasa ketagihan, karena bisa menjadikan kuku mereka lebih indah. Meski demikian, manicure tidak dianjurkan untuk terlalu sering dilakukan, karena bisa merusak kuku, baik itu untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Permasalahan seperti alergi, iritasi, kuku yang rusak, hingga kanker kulit bisa dipicu oleh manicure. Lantas, apa sebenarnya alasan manicure bisa merusak kuku?

Penggunaan Bahan Kimia

Ada banyak jenis manicure yang menggunakan bahan kimia berbahaya di dalam pembuatannya. Bahan kimia ini bisa berasal dari penguat kuku, cat kuku, penyambungan kuku, kuku palsu, dan kuteks.Umumnya, zat-zat kimia seperti resin, metil metakrilat, nikel, aseton, dan formalin sangat sering di dapatkan di dalam proses manicure, dimana bahan-bahan tersebut sangat berbahaya jika terkena dengan kulit. Cat kuku dan kuku palsu sangat sering menggunakan resin dan nikel. Metil merakrilat bisa ditemukan selama proses penyambungan kuku. Sementara itu, pengeras kuku mengandung formalin dan pembersih cat kuku memiliki kandungan aseton. Zat kimia seperti di atas berpotensi menimbulkan alergi dan iritasi pada kuku, begitu juga kulit di sekitarnya yang bisa menjadi merah, gatal, dan menimbulkan sensasi terbakar.

Manicure Bisa Merusak Kuku Dan Kulit

Manicure Bisa Merusak Kuku Dan Kulit

Efek Sinar Ultraviolet

Alasan utama mengapa manicure bisa memperbesar resiko kanker kulit adalah adanya efek sinar ultraviolet. Saat melakukan manicure, Anda akan melewati proses mengeringkan atau mengeraskan cat kuku dengan cara menaruh tangan di bawah sinar ultra violet sekitar 10 menit. Nah, ketika Anda melakukan hal ini hingga 8 kali, maka sudah bisa memberi dampak yang signifikan terhadap meningkatnya resiko kanker kulit. Pasalnya, paparan sinar ultra violet tersebut bisa merusak susunan DNA dan jaringan kulit, terlebih jika sering dilakukan.

Peralatan yang Tidak Steril

Alasan manicure bisa merusak kuku yang terakhir adalah penggunaan alat-alat yang tidak steril. Perlu dipahami bahwa salon kecantikan sebagai tempat manicure tentu sangat sering dikunjungi oleh orang, sehingga besar kemungkinan alat yang digunakan untuk melakukan manicure juga sudah digunakan oleh banyak orang sebelumnya. Kondisi seperti ini akan membuat bakteri dan jamur sangat mudah tinggal dan mengendap di dalam peralatan tersebut yang kemudian bisa menimbulkan infeksi dan sejumlah masalah pada kulit.

Dengan melihat berbagai hal di atas, maka Anda tentu harus mengambil langkah tepat agar alasan-alasan tersebut tidak terjadi, salah satunya dengan mencegah penyebab masalah itu sendiri.Anda bisa memulainya dengan memilih salon berkualitas agar bisa mendapatkan kepastian bahwa bahan-bahan manicure yang digunakan tidak memiliki kandungan zat yang berbahaya. Selain itu, pastikan pula agar peralatan yang digunakan bisa terjamin kebersihannya.

Sebelum melakukan pengeringan cat di bawah sinar ultra violet, ada baiknya jika Anda menggunakan tabir surya terlebih dahulu. Hal seperti ini dianggap mampu mengurangi efek buruk dari sinar ultra violet. Pastikan pula untuk memperhatikan batas perawatan manicure ini. Untuk idealnya, lakukanlah hal ini sekitar 1-2 kali sebulan.Semoga informasi mengenai alasan-alasan manicure bisa merusak kuku di atas bisa membuat Anda lebih bijak lagi dalam memilih perawatan kecantikan. Dengan menghindari faktor-faktor resiko tersebut, maka perawatan manicure masih bisa Anda jalani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *