Awan Cumulonimbus, Penyebab Airasia Hilang Kontak

Author : admin Category :news December 29, 2014

Penyebab Airasia Hilang Kontak – Awan Cumulonimbus adalah awan yang paling ditakuti para penerbang. Ini dikarenakan awan cumulonimbus adalah awan yang paling sering memicu bencana seperti puting beliung, tornado dan hail. Awan jenis ini adalah satu-satunya yang bisa menghasilkan muatan listrik bak baterai raksasa di langit. Seperti yang telah diberitakan diberbagai media, Pesawat Air Asia QZ 8501 yang berangkat dari Surabaya dengan tujuan Singapura hilang kontak setelah lepas landas dari Surabaya. Hal tersebut diduga sang pilot ingin menghindari awan cumulonimbus.

penyebab air asia hilang kontak

Awan Cumulonimbus selama ini juga diduga menjadi penyebab kecelakaan pesawat seperti terhempasnya Lion Air di Bali 13 april 2013 lalu dan tragedi Sukhoi di Gunung Salak 2012 silam. Awan Cumulonimbus memiliki bentuk padat yang menjulang tinggi layaknya sebuah gunung atau menara. Pada bagian puncaknya berserabut dan berjalur atau yang dinamakan anvil head. Pada bagian bawah, awan ini terdiri dari tetes tetesan air sedangkan dibagian tengah terdiri dari salju dan kristal es. Adanya sirkulasi dan gesekan antar partikel didalamnya menimbulkan muatan listril. Awan Cumulonimbus terbentuk dari ketidakstabilan atmosfer di sepanjang garis squall. Selain menimbulkan muatan listrik, awan ini juga menimbulkan angin kencang, hujan es, guntur, kilat, hujan lebat dan jika terbentuk menjadi supersel akan menimbulkan badai petir besar.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya juga meyakini awan cumulonimbus adalah penyebab pesawat Airasia hilang kontak. Pada saat itu pesawat berbelok ke kiri untuk menghindari awan. Pesawat terbang pada ketinggian 32 ribu kaki dan meminta izin untuk menaikan menjadi 38 ribu kaki. Menurut Andi, di lokasi hilangnya pesawat Airasia ada awan yang sangat tebal. Menurutnya awan itu adalah Awan Cumulonimbus yang memiliki ketebalan 5 hingga 10 Km. Awan tebal yang dihadapi pesawat Airasia ini diperkirkan terjadi di antara Kalimantan dan Belitung. Hal senada juga diungkapkan oleh Flighradar24. Menurut Flighradar24 posisi pesawat Airasia berada di laut jawa antara Kalimantan dan Belitung. Pesawat hilang kontak ketika terbang di ketinggian 32 ribu kaki dengan kecepatan 469 knots.

Memang masih terlalu dini untuk mengungkapkan penyebab Airasia hilang kontak, karena masih diperlukan data-data yang lebih banyak. Namun demikian setidaknya sudah sedikit menjawab rasa penasaran publik atas hilangnya Pesawat Airasia. Pesawat Airasia QZ 8501 menerbangkan 155 penumpang dan 149 diantaranya adalah WNI. Pesawat tersebut seharusnya mendarat di Changi Airport Singapura, namun sampai saat ini belum diketahui posisinya secara pasti. Kabar terakhir pesawat air asia telah ditemukan (baca di: Basarnas Pastikan Pesawat AirAsia Ditemukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *