Hina Bandung Melalui Twitter, Akun @kemalsept Dilaporkan Ke Polisi

Author : admin Category :news September 6, 2014

Siputnews – Kasus pelecehan melalui jejaring sosial kembali terulang. Sebelumnya di berbagai media baik cetak maupun online ramai dengan berita tentang seorang mahasiswa UGM bernama Florence Sihombing. Mahasiswa S2 Hukum tersebut mengungkapkan kekesalanya melalui jejaring sosial path setelah mengantri BBM disalah satu SPBU di Jogja. Sayangnya dia meluapkan amarahnya dengan menghina kota jogja dengan menuliskan “jogja tolol, miskin dan tak berbudaya”. Kejadian tersebut lantas membuat warga jogja geram, Florence Sihombing akhirnya dilaporkan ke polisi oleh sejumlah LSM. Kasus tersebut berakhir dengan jalan damai, Florence Sihombing dibebaskan setelah meminta maaf keseluruh warga jogjakarta dan Sultan Hamengkubuwono X. Namun baru-baru ini kejadian serupa kembali terjadi. Seorang dengan akun twitter @kemalsept melakukan penghujatan dan penghinaan kota Bandung dengan menuliskan kata-kata kasar di akun twitternya.

penghinaan kota bandung di twitter

penghinaan kota bandung

Penghinaan Kota Bandung melalui twitter tersebut tak hanya membuat masyarakat Bandung marah, orang nomor 1 di Bandung Ridwan Kamil pun geram dengan ulah orang tersebut. Emil sapaan akrab dari wali kota Bandung tersebut, akhirnya melaporkan @kemalsept ke kepolisian. Dalam akun twitternya, @ridwankamil, Emil menuliskan “@kemalsept anda secara resmi saya laporkan ke kepolisian, utk twit2 penghinaan, pasal 27 UU 11 tahun 2008.” Pada twit yang ditulis jumat malam tanggal 5 agustus 2014 tersebut, Ridwan Kamil juga memberikan tautan yang berisi screen shoot penghinaan kota Bandung yang dilakukan @kemalsept.

Dalam kicauanya di twitter tersebut, @kemalsept menuliskan “Bandung Sampah Kota Perek Pelacur semua lol haha. lapor? banci! silahkan kalau berani hahahaa.” Kicauanya tersebut juga me-mention akun lain yakni @olegunnn. Saat ini akun @kemalsept sudah dihapus dan belum jelas siapa pemilik akun tersebut. Kabar yang beredar mengatakan akun @kamalsept milik seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Bandung. Akun @infoUPI mengatakan memang di UPI ada seorang bernama kemal, namun dipastikan bukan itu pelakunya.

Kejadian ini cukup menyita perhatian masyarakat Bandung, bahkan sampai menjadi trending topic di twitter dengan hastag #CaraSalahDalamMenghinaKota. Semoga kasus-kasus penghinaan melalui jejaring sosial seperti ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Kebebasan yang bisa dilakukan melalui jejaring sosial sudah semestinya untuk tidak disalahgunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *