Profil Gibran Rakabuming Raka, Anak Jokowi Pengusaha Ketering

Author : admin Category :Indonesiaku October 26, 2014

Profil Gibran Rakabuming Raka – Anak Jokowi Gibran, akhir-akhir ini hangat diperbincangan di berbagai media. Hal ini lantaran sikap Gibran yang di nilai terlalu arogan saat ditanya oleh awak media. Senin 20 oktober 2014 ketika Joko Widodo dilantik menjadi presiden Gibran bersama sang Ibu Iriana dan dua saudaranya Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu turut hadir di Istana Negara. Inilah pertama kali Gibran Rakabuming Raka diwawancarai oleh awak media. Sebelumnya baik saat masa kampanye hingga menjelang pemilihan Presiden, anak tertua Presiden terpilih Jokowi tersebut jarang terlihat bersama sang ayah. Oleh karena itu ia disebut “anak haram”  oleh salah satu media. Kesal dengan pernyataan tersebut, di hadapan wartawan Gibran menggugat. Hal ini dinilai oleh banyak orang tidak pantas dilakukan oleh seorang anak presiden. Gibran akhirnya di bully di berbagai media sosial terutama di twitter. Namun dibalik itu semua, Gibran Rakabuming Raka ternyata adalah sosok yang mandiri. Ia adalah pengusaha ketering di tempat tinggalnya di Solo. Nah berikut profil Gibran Rakabuming Raka selengkapnya.

profil gibran rakabuming raka

Sejak lulus sekolah dasar, Gibran Rakabuming Raka sudah berpisah dengan orang tuanya. Masa remajanya ia habiskan di luar negeri. Ia menempuh pendidikan setingkat SMA di Singapura yakni di Park Secondary School pada tahun 2002. Setelah lulus ia kemudian melanjutkan studinya di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Belum cukup puas sampai disitu, Gibran kemudian pindah ke Australia untuk melanjutkan pendidikan di University Technology Insearch yang berada di Sydney, Australia.

Meski kuliahnya bukan jurusan tata boga, namun Gibran nyatanya justru tertarik pada bisnis tata boga sejak masa kuliahnya. Gibran juga tidak tertarik dengan usaha mebel yang telah dirintis oleh Jokowi. Meski ia tidak memiliki latar belakang tata boga, namun ia tetap yakin bahwa bisnis ini memiliki prospek yang cerah untuk kedepanya. Oleh karena itu setelah lulus yakni pada tahun 2010 lalu, ia membuka usaha katering. Gudang mebel milik ayahnya diubah menjadi dapur dan kantor. Pria kelahiran Solo, 1 oktober 1988 ini akhirnya mendirikan usaha katering dengan nama Chilli Pari Catering Service. Yang menarik nama tersebut tidak asal pilih. Gibran benar-benar mempertimbangan filosofi nama yang digunakan pada bisnis kateringnya. Secara bahasa Chilli berarti cabai dengan warna merahnya yang menyimbolkan keberanian. Sedangkan Pari memiliki arti padi yang menyimbolkan kemakmuran. Bagi anak jokowi ini, nama tersebut memiliki arti keberanian untuk lepas dari bayang-bayang kedua orang tua.

Meski keluarganya terbilang mapan, Gibran anak Jokowi paling tua ini tak mau meminta modal dari ayahnya. Ia lantas menyebar proposal di berbagai tempat untuk meminjam dana. Satu dari tujuh proposal yang disebarkan ternyata membuahkan hasil. Ia mendapatkan dana sebesar Rp 1 milliar untuk membuka bisnis katering. Tak mudah bagi seorang gibran untuk mengibarkan bisnisnya tersebut. Meski sebenarnya ia bisa mendompleng nama besar mantan wali kota Solo ini, namun ia lebih memilih untuk memulainya dari bawah. Pada saat mulai menjalankan bisnis, Gibran baru memperkerjakan belasan orang saja, akan tetapi kini sudah ada ratusan karyawan yang ia rekut.

Chilli Pari Catering Service sangat cepat bertumbuh kembang. Bisnis katering yang dijalankan anak sulung jokowi ini tidak hanya menyediakan makanan khas Solo saja namun dari berbagai belahan dunia. Menu-menu favorit dari jawa, Jepang hingga negara Eropa juga ia sajikan. Dan saat ini Gibran Rakabuming Raka tercatat menjadi Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia Kota Solo. Demikianlah informasi yang bisa kami berikan tentang Profil Gibran Rakabuming Raka, Anak sulung Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *