Ini UMK Bekasi dan Kota/Kabupaten Lainya di Jawa Barat 2015

Ini UMK Bekasi dan Kota/Kabupaten Lainya di Jawa Barat 2015 – Pembahasan Umah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi 2015 beberapa waktu lalu berlangsung cukup alot dan diwarnai dengan aksi demonstrasi. Hal ini dikarenakan baik buruh maupun pengusaha yang tergabung dalam Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) sama-sama mempertahankan UMK hitungan mereka. Dalam rapat yang digelar jumat 21 november 2014 tersebut terdiri dari perwakilan Pemkab Bekasi, Serikat buruh dan Apindo.

umk kabupaten bekasi

Ketua Apindo Kabupaten Bekasi Sutomo, menginginkan besaran UMK sesuai dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yakni Rp 2.4 juta. Sementarai itu pihak buruh yang diwakili Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Rusdi mengingkan besaran UMK Kabupaten Bekasi sama dengan UMK Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi yang berada di kisaran Rp 2,9 juta. Pembahasan UMK ini akhirnya berakhir setelah adanya pengesahan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.  Nilai UMK tertinggi berada di Kabupaten Karawang sementara terendah adalah Kabupaten Ciamis.

Ada 23 Kabupaten/Kota yang UMK nya telah mencapai KHL dan Kabupaten Purwakarta menjadi yang tertinggi capaian UMK terhadap KHL yakni 132,95%. Empat Kabupaten/Kota yang UMK masih dibawah KHL diantaranya Kabupaten Garut, Kota Ciamis, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis. Berikut ini daftar UMK Kabupaten Bekasi 2015 dan Kota/kabupaten lainya di Jawa Barat:

  1. Kabupaten Karawang Rp 2.957.450 (naik  20,84 persen dari 2014 )
  2. Kota Bekasi Rp 2.954.031 (naik 20,97 persen dari 2014)
  3. Kabupaten Bekasi Rp 2.840.000 (naik 16,04 persen dari 2014 )
  4. Kota Depok Rp 2.705.000 (naik 12,85 persen dari 2014
  5. Kota Bogor Rp 2.658.155 (naik 13 persen dari 2014 )
  6. Kabupaten Purwakarta Rp 2.600.000 (naik 23,81 persen dari 2014 )
  7. Kabupaten Bogor Rp 2.590.000 (naik 15,51 persen dari 2014 )
  8. Kota Bandung Rp 2.310.000 (naik 15,5 persen dari 2014 )
  9. Kota Cimahi Rp 2.001.200 (naik 15,31 persen dari 2014)
  10. Kabupaten Bandung Rp 2.001.195 (naik 15,31 persen dari 2014 )
  11. Kabupaten Bandung Barat Rp 2.004.637 (naik 15,31 persen dari 2014 )
  12. Kabupaten Sumedang Rp 2.001.195 (naik 15,31 persen dari 2014 )
  13. Kab Sukabumi Rp 1.940.000 (naik  23,89 persen dari 2014)
  14. Kabupaten Subang Rp 1.900.000 (naik 20,41 persen dari 2014 )
  15. Kab Cianjur Rp 1.600.000 (naik 6,67 persen dari 2014)
  16. Kota Sukabumi Rp 1.572.000 (naik 16,44 persen dari 2014 )
  17. Kab Tasikmalaya Rp 1.435.000 (naik 12,17 persen dari 2014
  18. Kota Tasikmalaya Rp 1.450.000 (naik 17,22 persen dari 2014)
  19. Kab Garut Rp 1.250.000 (naik 15,21 persen dari 2014 )
  20. Kab Indramayu Rp 1.465.000 (naik 14,78 persen dari 2014 )
  21. Kab Cirebon Rp 1.400.000 (naik  15,44 persen dari 2014)
  22. Kota Cirebon Rp 1.415.000 (naik 15,37 persen dari 2014 )
  23. Kab Kuningan Rp 1.206.000 (naik 20,36 persen dari 2014 )
  24. Kab Majalengka Rp 1.245.000 (naik 24,5 persen dari 2014)
  25. Kota Banjar Rp 1.168.000 (naik 13,95 persen dari 2014)
  26. Kab Pangandaran Rp 1.165.000 (naik 11,92 persen dari 2014 )
  27. Kab Ciamis Rp 1.131.862 (naik  8,74 persen dari 2014 )

Menyikapi kenaikan UMK Kabupaten Bekasi 2015 yang sudah ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561/Kep.1581-Bangsos/2014, pihak Apindo menyesalkan hal tersebut. Pihaknya tidak menerima kenaikan UMK Bekasi 2015 tersebut karena kenaiknaya sampai 16% daru KHL. Sementara itu Apindo Kota Bekasi juga mengaku UMK kota Bekasi 2015 yang mencapai Rp 2,9 juta akan memberatkan pengusaha. “Pengusaha akan berunding dengan pekerja di setiap perusahaan”, Ujar Purnomo Narmiadi, Ketuap Apindo Kota Bekasi. Pihaknya berharap agar pemerintah tidak lagi melakukan intervensi apabila pengusaha dan pekerja sudah sepakat soal gaji mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *