7 Teori Bodoh Yang Mendarah Daging Di Masyarakat Indonesia

Author : admin Category :unik May 10, 2017

Di era digital saat ini, informasi bisa kita dapatkan dengan mudah via internet. Namun sebelum era internet, informasi yang kita dapatkan kebanyakan dari guru di sekolah ataupun dari orang tua. Tak banyak yang mencoba mencari referensi dari buku. Hal tersebut tidak menjamin keakuratan kebenaran dari informasi yang disampaikan. Apalagi di Indonesia, dimana fakta dan mitos masih menjadi hal yang kabur. Tak sedikit orang yang percaya dengan mitos ketimbang fakta. Gagasan yang sebenarnya hanyalah mitos, sering dianggap teori. Seperti ketujuh teori salah yang hingga kini masih banyak dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

7  Teori Salah Yang Dipercaya Masyarakat Indonesia

1. Bunglon Berubah Warna Untuk Melindungi Diri

Ini adalah teori yang sering disampaikan oleh guru saat di sekolah dasar ataupun di SMP. Cara bunglon berubah warna disebut sebut sebagai teknik kamuflase agar aman dari predator. Informasi tersebut tak sepenuhnya salah, hanya saja kurang pas. Kulit bunglon memiliki lapisan yang memiliki pigmen sangat banyak. Lapisan ini melapisi senyawa yang bernama kristal guanin. Perubahan warna pada kulit bunglon disebabkan karena adanya penyesuaian ruang antara kristal guanin sehingga terjadi perubahan panjang gelombang cahaya. Kemampuan bunglon ini tepatnya adalah untuk memberi reaksi sosial.  Bunglon akan merubah warnanya sebagai reaksi atas suhu, paparan cahaya, dan suasana hati. Jadi hal ini bukan merupakan pertahanan diri tapi kondisi psikologis.

2. Anak Kecil Yang Kelebihan Gula Menjadi Hiperaktif

Banyak orang tua yang percaya bahwa seorang anak yang kelebihan gula akan hiperaktif, ataupun sebaliknya. Hal tersebut tidaklah benar. Para ilmuan tak menemukan adanya hubungan antara anak hiperaktif dan gula. Kendati demikian jangan terlalu seirng memberikan makanan dan minuman manis untuk anak agar kesehatanya tetap terjaga.

3. Manusia memiliki 5 panca indera

Setiap orang tahu jika kita memiliki 5 panca indera yakni indera pengecap, peraba, penciuaman, pendengaran dan penglihatan. Definisi indera sendiri bisa lebih lebar. Menurut jessica cerratini dari havard medicine, indera adalah sistem tubuh dari sel sel sensorik yang tak hanya merespon fenomena fisik melainkan juga sesuai dengan bagian tertentu pada otak. Oleh sebab itu kita masih memiliki banyak indera indera lainya seperti indera keseimbangan, propiroception (persepsi pada posisi tubuh), thermoception (persepsi pada panas), dan juga nociception (persepsi pada rasa sakit).

4. Pria memikirkan seks setiap 7 detik

Hal ini sering dituduhkan pada pria. Hal ini tidaklah benar, pria memang lebih banyak memikirkan tentang seks daripada wanita. Akan tetapi frekuensi dan energi yang dikeluarkan sulit untuk dikalkulasi.

5. Microwave Menyebabkan kanker

Kamu pasti pernah dengar jika salah satu penyebab kanker adalah microwave lantaran panas yang dihasilkan mengeluarkan radiasi tertentu yang menyebabkan kanker. Klaim tersebut tidaklah benar. Gelombang mikro tidak menyebabkan makanan tertentu jadi radiokatif. Energi dari microwave juga tidak cukup untuk merusak sel DNA yang menyebabkan kanker. Selain itu microwave bekerja dengan memanaskan molekul air dan kemudian memanaskan makanan. Penyebab pasti dari kanker adalah apa yang kamu makan, bukan cara memanaskan makanan itu.

6. Ikatan Mas Memiliki Ingatan 3 Detik

Kepercayaan bahwa ikan mas akan melupakan ingatanya dalam 3 detik sudah seperti menjadi pengetahuan biologis. Padahal hal tersebut tidak benar. Para ilmuan mneyebutkan ikan mas adalah ikan yang mampu merespon pada wanra, jenis musik dan sensorik lainya. Hal tersebut diingat setiap saat ketika ikan masih hidup. Bahkan seorang ilmuan bisa melatih ikan mas mampu merespon suara ketika waktunya makan.

7. Kita hanya memakai 10 persen otak kita

Teori ini cukup luas dipercaya oleh masyarakat awam. wajar saja mengingat rumitnya keadaan otak manusia. Namun para ahli saraf tak mempercayainya. Mereka meyakini lebih dari 10 persen otak kita digunakan untuk aktivitas sehari hari.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *